Peta Kejadian Bencana Kekeringan di Indonesia Tahun 1979 – 2009

Peta di atas memiliki resolusi rendah dan mengalami distorsi informasi. Untuk mendapatkan peta dalam ukuran sebenarnya, Anda bisa mendownload peta tersebut di sini, atau klik link download.

Detail:

Jenis Peta : Peta Kejadian Bencana Kekeringan di Indonesia Tahun 1979 – 2009
Sumber : Posko BNPB
Tanggal Pembuatan : 22 September 2010
Format/Ukuran File : PDF/133 KB
Deskripsi : Peta menunjukkan jumlah kejadian bencana kekeringan di Indonesia tahun 1979 – 2009

DOWNLOAD

Share

4 Responses to Peta Kejadian Bencana Kekeringan di Indonesia Tahun 1979 – 2009

  1. Djoni Ferdiwijaya says:

    Terima kasih atas penjelasannya. Saya paham kerumitan yang dihadapi rekan-rekan di Pusat Krisis BNPB dalam menyediakan informasi yang akurat. Semoga keterbatasan dan hambatan itu bisa segera terpecahkan dan diperbaiki sehingga mutu informasi yang disediakan akan lebih berguna dalam usaha-usaha penyelamatan nyawa maupun pengurangan risiko.

    Lanjutkan perjuangannya rekan-rekan!

    • admin says:

      Terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya pak, semoga kami dapat terus membantu keperluan semua pemangku kepentingan di bidang bencana di Indonesia :)

  2. Djoni Ferdiwijaya says:

    Terima kasih telah menyediakan peta kejadian kekeringan di Indonesia. Peta ini potensi bisa sangat berguna.
    Jika berkenan, tolong perjelas apa definisi dan parameter dari kejadian kekeringan? Ini penting untuk memahami mengapa di Papua dilaporkan tidak pernah terjadi kekeringan dan hanya 7 kejadian di NTT sejak 30 tahun lalu.

    Terima kasih.

    Djoni

    • admin says:

      Sebenarnya terdapat beberapa faktor mengapa peta tampak berbeda dengan kondisi yg ada di lapangan. Yg pertama, definisi kejadian bencana kekeringan adalah kejadian yang menimbulkan dampak baik di sisi manusia maupun infrastruktur, seringkali bila bencana tersebut terjadi tidak terdapat laporan yg dapat diverifikasi dan divalidasi lebih lanjut, akibatnya datanya tidak terekam. Khusus untuk Papua, setelah terjadinya pemekaran, semua data yang ada sebelumnya haruslah di-reset karena data tersebut mewakili satu lokasi geografis tertentu dimana pemekaran menghasilkan lokasi geografis yg baru, hal yang sama juga terjadi di NTT ketika terjadi pemekaran kabupaten.

      Jika ada yang masih kurang jelas dapat menghubungi kami kembali. Terima kasih.

      Pusat Krisis BNPB