Peta Sebaran Titik Api di Prov. Riau tgl. 5 Maret 2014

Peta di atas memiliki resolusi rendah dan mengalami distorsi informasi. Untuk mendapatkan peta dalam ukuran sebenarnya, Anda bisa mendownload peta tersebut di sini, atau klik link download.

Detail:

Jenis Peta : Peta Sebaran Titik Panas/Hotspot
Sumber : Posko Penanganan Bencana Asap Riau dan BNPB
Tanggal Pembuatan : 5 Maret 2014
Format/Ukuran File : PDF/0,46 Mb
Deskripsi : Peta ini menunjukkan sebaran titik panas/hotspot tgl. 5 Maret 2014, di Provinsi Riau.

DOWNLOAD

Share

One Response to Peta Sebaran Titik Api di Prov. Riau tgl. 5 Maret 2014

  1. Syamsuis Darwis says:

    Kondiisi kebakaran yang berulang ulang terjadi setiap tahun di Propinsi Riau ini menunjukkan betapa tiadanya program pencegahan yang dibuat secara master plan baik taktis, strategic, dan rencana peniadaan bencana ini samasekali belum jelas realisasinya secara regional dan national.

    Padahal anggaran untuk ini cukup tersedia, malah metode “fire Fighting” lebih senang diterapkan oleh pemerintah kita, hal ini adalah cara cara klasik yang “kampungan”, yang menurut saya bisa membuat peluang terjadinya “korupsi” emergency, karena gaya gaya ini banyak “disukai” oleh oknum pejabat kita.

    Yang paling dirugikan adalah masyarakat lokal dan negara tetangga yang berdekatan, karena Propinsi Riau berada pada simpang strategis dengan Singapura, Malaysia, China Selatan, Thayland dan mungkin Filipina. Coba kita lihat sudah puluhan ribu orang yang terkena ISPA oleh dampak kebakaran hutan gambut ini, yang sangat rentan tentunya Balita, anak2 dan orang tua. Kalau kejadian ini terus menerus terjadi dan berulang ulang setiap tahunya, berarti Negara gagal melindungi warga negaranya dari ancaman musibah ini.

    Begitu pula dengan gangguan kepada negara tetangga, hal serupa akan memberikan dampak yang sama akibatnya, dan ini tentunya akan memberikan citra negatif dan betapa lemahnya kita dalam program penanggulangan bencana. Dengan kondisi ini akan berdampak lebih ekstrim dalam jangka panjang terhadap hubungan bilateral, ekonomi dan politik kita dengan dunia luar, terutama apabila dikaitkan dengan komodity yang dikaitkan dengan “green program” dunia.

    Saran dan pemikiran saya selekasnya Indonesia melakukan evaluasi total pada lahan lahan gambut dan cara yang tepat swerta efektif menanggulanginya, mungkin satu kajian ilmiah dengan melibatkan konsultant yang berkualifikasi, mungkin berupa admnistratif, teknis atau rencana enginiring yang paling tepat dengan kondisi lingkungan dan sosial masyarakat yang ada.

    Semoga pemikiran ini dapat berguna dan digunakan insyaAllah.

    sdarwis